Obat Halal Sesuai Islam 702011001

HUKUM ISLAM DALAM PENGGUNAAN OBAT-OBATAN

Pembahasan aspek hukum islam dalam penggunaan obat-obatan menjadi hal yang penting. Ajaran islam mengandung aspek yang sangat luas diantaranya hukum berobat, profesi thabib (dokter), kesehatan dan obat-obatan. Profesi thabib mencakup bidang kesehatan secara umum seperti kedokteran dan tukang obat.

 

HUKUM BEROBAT

Diriwayatkan dari Usamah, ia berkata: Seorang Arab badui berkata “ya Rasululah, tidakkah kita berobat?” Rasulullah SAW menjawab Wahai hamba-hamba Allah berobatlah. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit tanpa menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua”.

 

MENGGUNAKAN OBAT YANG HALAL

Obat adalah bahan yang digunakan untuk mengurangi, menghilankan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit. Selain menyuruh berobat Rasulullah SAW juga menyuruh menggunakan obat yang halal dan melarang menggunakan obat yang haram.

Diriwayatkan dari Abu Ad Darda ia berkata: Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhmya Allah Ta’ala tidak menciptakan penyakit melainkan dengan obatnya, Karena itu hendaklah kamu berobat dan jangan berobat dengan yang haram”.

 

STANDAR OBAT YANG HALAL

Kehalalan obat tergantung pada: sifat bahannya, pengaruh makanan pada bahan-bahannya, proses pembuatannya dan pengaruh pada penggunanya. Sifat bahan obat meliputi bahan aktif obat dan bahan farmaseutik. Sumber bahan aktif obat, baik obat dalam maupun obat luar berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Pembuatan obat (produk farmasi), baik obat dalam maupun obat luar, disamping bahan aktif obatnya, dapat pula mengalami penambahan bahan lain. Jika bahan-bahannya berasal dari lemak atau minyak hewan, tentu perlu kajian tentang hewannya halal atau haram dikonsumsi dan pemeriksaan proses penyembelihannya. Jadi apapun bahannya tentu perlu kehalalannya dengan teliti, demi memberikan ketenangan kepada masyarakat muslim sebagai konsumen.

 

OBAT-OBATAN DARI TUMBUHAN

Islam melarang menggunakan tumbuh-tumbuhan yang merusak akal untuk dijadikan obat-obatan, karena menghambat dzikir kepada Allah Swt. Ada tiga jenis tumbuha-tumbuhan terlarang yang disebut-sebut dalam buku-buku fiqh, yaitu : hasyisy, opium dan kat. Untuk mengetahui pandangan islam tentang tiga tumbuh-tumbuhan tersebut, cukup dengan mempelajari pandangan islam tentang hasyisy, kemudian mengembangkan kepada tumbuh-tumbuhan lain.

Para ahli fiqh, baik dari mahzab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali, sepakat mengenai keharaman hasyisy, karena merusak akal, mengahambat dzikir kepada Allah Swt dan mengandung unsure-unsur racun yang berpengaruh pada syaraf.

Ibnu At-Taaimiyyah mengatakan “Seluruh ulama kaum muslimin sepakat mengatakan hasyisy adalah haram. Orang islam yang menghalalkannya dituntut untuk berotobat. Jika tidak mau berotobat dia dijatuhi hukuman mati sebagai murtad”.

Allah SWT. Berfirman: yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatanmu itu agar kamu mendapat keberuntungan”. Sesungguhnya setan itu bermaksudmenimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran meminum khamer dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Q.S. Al-Maidah (5) 90-91).

Ayat ini melarang mengkonsumsi khamer karena menghalangi mengingat Allah dan shalat. Jika demikian hokum mengkonsumsi khamer, maka demikian pula hokum mengkonsumsi hasyisy, opium dan kat. Jadi hokum yang berlaku pada khamer tersebut dikembangkan kepada tumbuh-tumbuhan lain yang sama.

 

OBAT-OBATAN DARI HEWAN

Pembuatan obat yang halal dari hewan hendaklah dari hewan yang halal dikonsumsi. Untuk mengetahui hewan yang halal dikonsumsi perlu mempelajari pembahasan tentang hewan dalam fiqh islam.

Allah SWT. Berfirman: yang artinya “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah: 173).

 

Obat Halal Yang Susah Didapat Di Indonesia

Dunia obat-obatan berkembang sedemikian pesat, mengikuti kualitas dan kuantitas penyakit yang tak kalah cepatnya berkembang. Aspek kehalalan kembali menjadi korban penelitian farmasi yang telah memanfaatkan apa saja, asalkan bisa memberikan kesembuhan. Termasuk penggunaan bahan dari babi, organ manusia, dan bahan haram lainnya. Pengkajian mengenai kehalalan obat ini banyak mengalami kesulitan dan hambatan, terutama berkaitan dengan minimnya informasi yang bisa diakses masyarakat umum. Pada obat-obatan yang beredar melalui resep dokter sangat sulit ditelusuri kandungan dan komposisi bahannya, karena akses yang didapatkannya juga sangat terbatas.

Definisi obat menurut Permenkes No.1010/Menkes/Per/XI/2008 adalah obat jadi yang merupakan sediaan atau paduan bahan – bahan termasuk produk biologi dan kontrasepsi yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan peningkatan kesehatan. Sedangkan yang dapat menjadi titik kritis dari segi kehalalannya pada obat adalah penggunaan beberapa bahan yang digunakan sebagai bahan tambahan pada produk ataupun proses pembuatannya yang dapat bersumber dari bahan haram. Seperti misalnya penggunaan gelatin untuk cangkang kapsul atau coating vitamin yang dapat terbuat dari babi ataupun sapi, alkohol untuk pelarut obat-obatan (tetapi apabila kandungan alkohol dalam obat tersebut < 0,5% masih ditolerir oleh bagian fatwa MUI) serta penggunaan bagian tubuh/sel dari binatang untuk proses pembuatan vaksin termasuk sebagai media pertumbuhan vaksin.

Menurut Departemen Kesehatan sendiri sampai saat ini memang belum ada ketentuan pencantuman label halal pada produk obat di Indonesia, persyaratan yang ditetapkan kepada produk obat lebih kepada persayaratan mutu dan keamanan. Tetapi menurut Dra. Sri Indrawaty Apt, M.Kes dari Bina Kefarmasian dan Alkes Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa untuk obat-obatan yang mempunyai indikasi penggunaan bahan non halal dalam proses pembuatan ataupun pada produk akhirnya akan ditanya asal-usul bahan tersebut dan dimintai sertifikat dari lembaga syariat setempat. Kemudian apabila ternyata produk obat tersebut memang mengandung bahan yang haram, maka harus dicantumkan dalam penandaannya untuk obat yang haram, seperti kotak berwarna merah dengan dasar putih serta tulisan “PADA PROSES PEMBUATANNYA BERSINGGUNGAN DENGAN BAHAN BERSUMBER BABI”

Menurut LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) untuk menentukan halal tidaknya suatu produk bukan merupakan hal yang mudah. Hal ini karena untuk menentukan halal atau tidak bukan hanya berdasar dari asal bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong yang digunakan saja tetapi juga harus diketahui proses produksinya. Karena mungkin saja walaupun bahan bakunya halal tetapi ketika dalam proses pembuatannya tercampur/bersinggungan dengan bahan yang tidak suci atau haram maka hasil akhir produk yang dihasilkan pun akan menjadi tidak halal.

Walaupun demikian menurut KH. Ma’aruf Amin ada beberapa kondisi tertentu yang dapat membuat sesuatu yang wajib menjadi tidak wajib yaitu keadaan darurat (ad-dharurah). Kadaan darurat tersebut menimbulkan dispensasi mengenai bolehnya mengkonsumsi yang haram untuk pengobatan, karena yakin adanya bahaya yang mengancam/menimbulkan kematian bila tidak mengkonsumsi obat tersebut dan belum ada obat lain yang dapat menggantikan obat tersebut. Contoh kasusnya adalah penggunaan vaksin meningitis untuk orang yang akan pergi haji/umrah yang marak menjadi pemberitaan tahun lalu karena diyakini telah terkontaminasi dengan bahan dari babi. Untuk kasus tersebut MUI membolehkan penggunaan vaksin meningitis itu karena sampai saat ini masih belum ditemukan vaksin meningitis lain yang halal. Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa keadaan darurat tersebut hanya bersifat sementara, dalam arti apabila telah ditemukan obat lain yang lebih halal maka harus diganti segera.

 

Insulin

Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin dari luar guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya menjadi normal kembali. Insulin ini dimasukkan dengan cara penyuntikan atau injeksi. Menurut Prof. Dr. Sugijanto dari Universitas Airlangga, sumber insulin ini bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan insulin manusia adalah dari babi.

 

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7

 

Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6

 

(hanya 1 asam amino berbeda)

 

Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6

 

(ada 3 asam amino berbeda)

 

Di pasaran ada beberapa produsen yang mengeluarkan produk ini. Salah satu yang cukup terkenal adalah Mixtard yang diproduksi Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi, masing-masing dengan kode produk yang berbeda. Di dalamnya ada yang berasal dari manusia dengan perbanyakan melalui DNA recombinant dan proses mikroba serta berasal dari hewan (babi). Namun informasi mengenai kehalalannya sangat minim, sehingga dokterpun tidak mengetahui apakah ia bersumber dari babi atau bukan. Masalahnya, insulin dari DNA recombinant ini harganya lebih mahal dibandingkan yang berasal dari hewan.

Data dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada tahun 2003 insulin yang berasal dari manusia sebanyak 70%, disusul insulin babi sebanyak 17%, insulin sapi 8% dan sisanya 5% merupakan campuran antara babi dan sapi.

 

Heparin

Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan bagi penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah. Ketika terjadi penyumbatan yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke otak, maka pasien akan mengalami stroke.

Obat jenis ini juga banyak di pasaran, hampir semuanya impor. Salah satu yang teridentifikasi berasal dari babi adalah Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Maisons-Alfort, Perancis dan diimpor oleh PT Aventis Pharma, Jakarta. Kandungan obat tersebut adalah heparin sodium yang bersumber dari babi. Hal ini diperkuat dengan registrasi Badan POM dengan nomor DKI0185600143A1 dan di dalam labelnya berisi keterangan – Bersumber Babi-.

Sayangnya tulisan itu sangat kecil dan berada di kemasan, bukan pada jarum suntik. Sehingga ketika kemasan itu telah dibuang, maka dokter dan pasien yang bersangkutan tidak akan mengenalinya lagi.

 

Kapsul

Sebenarnya cangkang kapsul merupakan bahan penolong yang digunakan untuk membungkus sediaan obat. Namun cangkang ini ikut ditelan dan masuk ke dalam tubuh kita. Bahan pembuat cangkang kapsul adalah gelatin. Gelatin ini bersumber dari tulang atau kulit hewan, bisa dari sapi, ikan atau babi.

Sebenarnya Badan POM telah menegaskan bahwa gelatin yang masuk ke Indonesia hanya yang berasal dari sapi. Masalahnya, gelatin sapi ini tidal lantas halal begitu saja. Perlu dikaji apakah sapi tersebut disembelih secara Islam ataukah tidak. Masalah inilah yang sampai saat ini masih sulit dipecahkan.

Selain itu ada pula obat yang diimpor sudah dalam bentuk kapsul. Misalnya untuk beberapa obat dan multi vitamin, yang kebanyakan dibungkus dalam kapsul lunak (soft capsule). Kapsul lunak ini banyak yang dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan murah. Dari data yang ada, banyak obat-obatan impor yang berbentuk kapsul, baik keras maupun lunak. Misalnya saja Yunnan Baiyao yang diproduksi oleh Yunnan Baiyao Group Co. Ltd., Cina, dan diimpor oleh PT Saras Subur Ayoe. Selain itu juga multi vitamin, vitamin A dosis tinggi dan vitamin E yang dikemas dalam kapsul lunak.

 

Alkohol

Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut untuk melarutkan bahan-bahan aktif. Obat batuk merupakan salah satu yang banyak menggunakan alkohol. Bahan ini sering dikonotasikan dengan minuman keras yang diharamkan dalam Islam. Oleh karena itu penggunaan alkohol dalam obat batuk masih mengundang kontroversi di tengah masyarakat. 

Kecenderungan (trend) global penggunaan dan penyediaan pangan halal semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Hal ini bisa dilihat dari nilai transaksi perdagangan bisnis produk halal (termasuk perbankan syariah) yang mencapai rata-rata 632 milyar dollar per tahunnya selama satu dekade terakhir (Majalah Time, edisi 25 Mei 2009).

Hal yang seharusnya patut disyukuri oleh dunia Islam ini,   ternyata hampir tidak menyentuh dunia farmasi yang menghasilkan obat dan vaksin.  Padahal hukum mengkosumsi  obat dan penggunaan vaksinbagi umat Islam, sama saja seperti halnya mengkosumsi produk pangan, yakni haruslah produk yang halal.   Disamping pengetahuan yang terbatas, hal ini ditenggarai karena lemahnya kesadaran konsumen muslim untuk hanya mengkosumsi produk halal termasuk obat dan vaksin.  Upaya penyadaran konsumen untuk peduli obat halal juga dilemahkan dengan pandangan bahwa penggunaan obat haram dibolehkan karena alasan darurat. 

Pandangan yang harus diluruskan karena Nabi Muhammad SAW telah bersabda “Allah telah menurunkan penyakit dan obat, serta menjadikan obat bagi setiap penyakit; maka, berobatlah dan janganlah berobat dengan benda yang haram.” (HR. Abu Daud dari Abu Darda).”

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya bergama Islam, memang harus ada upaya bersama yang sistematis  untuk melindungi umat dari penggunaan obat yang tidak halal.  Semua mata rantai yang terlibat, mulai dari produsen farmasi, apoteker, dokter, pemerintah, Majelis Ulama Indonesia, pebisnis obat dan vaksin, serta ilmuwan termasuk dunia perguruan tinggi harus duduk bersama dalam suatu forum untuk memberikan solusi atas permasalahan besar ini.  Sehingga dalam forum ini bisa dihasilkan benang merah dan langkah-langkah strategis yang harus dikerjakan dalam memberikan pemecahan masalah yang tepat.

Tujuan lebih jauhnya adalah konsumen bisa menggunakan obat dengan hati yang tentram karena tidak was-was dengan status kehalalannya.  Paling tidak, jikapun tidak ada obat yang halal, dokter atau apoteker yang merekomendasikan obat tersebut, menjelaskan kepada konsumen bahwa obat tersebut tidak halal.  Selanjutnya, konsumen yang memutuskan penggunaan obat tersebut. 

 

SUMBER

http://bleruangke.multiply.com/journal/item/827?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://medicastore.com/berita/167/Obat_Halal_di_Indonesia.html

http://nbbajry.blog.com/2011/03/18/obat-yang-halal/

http://pojoksehat.wordpress.com/2009/12/16/romor-tentang-insulin-mana-yang-benar-mana-yang-salah/

Iklan
By chocoayumu

PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM DAN FUNGSINYA 702011001

Image

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Jalan Jendral Ahmad Yani Talang Banten Kampus B 13 Ulu, Tep. 0711-7780788

2012

 

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari praktikum biokimia yaitu enzim dan fungsinya.

Tak lupa pula saya mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah mendukung dan memberikan bimbingan kepada saya. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan pengetahuan penyusun, maka saya dengan senang hati menerima kritik serta saran – saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga hasil dari penyusunan makalah ini dapat dimanfaatkan bagi generasi mendatang, khususnya mahasiswa/mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Akhir kata, melalui kesempatan ini saya penyusun makalah mengucapkan banyak terimakasih.

 

A.  Pengertian

Enzim adalah molekul biopolimer yang tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dansusunan rantai yang teratur dan tetap. Enzim memegang peranan penting dalam berbagai reaksi didalam sel. Sebagai protein, enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi, antara lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel. Amilase mempunyai kemampuan untuk memecah molekul – molekul pati dan glikogen Molekul pati yang merupakan polimer dari alfa-D-glikopiranosa akan dipecah oleh enzim pada ikatan alfa-1,4- dan alfa-l, 6-glikosida. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004)

Enzim digolongkan menurut reaksi yang diikutinya, sedangkan masing-masing enzim diberi nama menurut nama substratnya, misalnya urease, arginase dan lain-lain. Di samping itu ada pula beberapa enzim yang dikenal dengan nama lama misalnya pepsin, tripsin dan lain-lain. Oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry, enzim dibagi dalam enam golongan besar.Penggolongan ini didasarkan atas reaksi kimia di mana enzim memegang peranan. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004)

Dalam mempelajari mengenai enzim, dikenal beberapa istilah diantaranya holoenzim, apoenzim, kofaktor, gugus prostetik, koenzim, dan substrat. Apoenzim adalah suatu enzim yang seluruhnya terdiridari protein, sedangkan holoenzim adalah enzim yang mengandung gugus protein dan gugus nonprotein. Gugus yang bukan protein tadi dikenal dengan istilah kofaktor. Pada kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan sukar terurai dalam larutan yang disebut gugus prostetik dan ada pula yang tidak terikat kuat pada protein sehingga mudah terurai yang disebut koenzim. Baik gugus prostetik maupun koenzim, keduanya merupakan bagian yang memungkinkan enzim bekerja pada substrat. Substrat merupakan zat-zat yang diubah atau direaksikan oleh enzim. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004)

Enzim meningkatkan laju sehingga terbentuk kesetimbangan kimia antara produk dan pereaksi. Pada keadaaan kesetimbangan, istilah pereaksi dan produk tidaklah pasti dan bergantung pada pandangan kita. Dalam keadaan fisiologi yang normal, suatu enzim tidak mempengaruhi jumlah produk dan pereaksi yang sebenarnya dicapai tanpa kehadiran enzim. Jadi, jika keadaan kesetimbangan tidak menguntungkan bagi pembentukan senyawa, enzim tidak dapat mengubahnya. (Muh. Firdaus, S.Farm. 2004)

 

B.  Komponen Enzim

Penyusun utama suatu enzim adalah molekul protein yang disebut apoenzim. Agar berfungsi sebagaimana mestinya, enzim memerlukan komponen lain yang disebut kofaktor. Kofaktor adalah komponen nonprotein berupa ion atau molekul. Berdasarkan ikatannya, kofaktor dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu gugus prostetik, ko-enzim, dan ion – ion anorganik. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)

  1. Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang biasanya terikat kuat pada enzim, berperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Contohnya adalah heme, yaitu molekul berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah enzim, antara lain katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)
  2. Ko-enzim merupakan kofaktor yang terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat renggang dengan enzim. Ko-enzim berfungsi untuk memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim yang lain. Contohnya, tiamin pirofosfat, NAD, NADP+, dan asam tetrahidrofolat. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)
  3. Ion – ion anorganik merupakan kofaktor yang terikat dengan enzim atau substrat kompleks sehingga fungsi enzim lebih efektif. Contohnya, amilase dalam ludah akan bekerja lebih baik dengan adanya ion klorida dan kalsium. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)

Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. Enzim yang terikat dengan kofaktornya disebut haloenzim. (Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009)

 

C.  Jenis – Jenis Enzim

Enzim dalam metabolisme dibedakan menjadi 6 golongan yaitu:

  1. Oksido-reduktase yaitu enzim yang bekerja pada reaksioksidasi dan reduksi, contoh: katalase.
  2. Transferase yaitu bekerja untuk memindahkan gugus kimia, contoh: peptidil transferase.
  3. Hidrogenase yaitu enzim yang berperan dalam penambahan atomhydrogen.
  4. Hidrolase yaitu bekerja pada reaksi yang menggunakan air, contoh: amylase, lipase, dan peptidase.
  5. Ligase yaitu bekerja pada reaksi penggabungan dua senyawa atau lebih.
  6. Desmolase yaitu bekerja pada reaksi pemutusan senyawa, contoh: deaminase, dekarboksilase.

 

D.  Sifat Enzim

A. Enzim sebagai biokatalisator 

Enzim adalah senyawa organik, yaitu senyawa protein berperan sebagai katalisator, yang disebut biokatalisator. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi kimia, tetapi zat itu sendiri tidak ikut dalam reaksi. Enzim mempengaruhi kecepatan reaksi, tetapi tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh reaksi tersebut. Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel dan di luar sel

– Enzim menurunkan energi aktivasi

Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi, dengan cara menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk memulai suatureaksi)

– Enzim merupakan protein

Enzim merupakan protein, sehingga sifat – sifat enzim sama dengan protein, yaitu dipengaruhi oleh suhu dan pH. Pada suhu tinggi enzim akan mengalami kerusakan koagulasi (penggumpalan), yang akhirnya akan terdenaturasi enzim. Pada suhu rendah enzim tidak aktif (inaktif). Aplikasi dalam kehidupan adalah penyimpanan bahan makanan dalam lemari pendingin agar tetap segar tidak busuk oleh bakteri pembusuk. Enzim bekteri pembusuk tidak aktif pada suhurendah.

– Enzim bekerja spesifik 

Enzim bekerja spesifik satu enzim hanya khusus untuk satu substrat. Contoh enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa.

 

E.  Aktifitas Enzim

Faktor – faktor yang mempengaruhi kerja enzim

– Suhu

Reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu 0 – 35oC. Secara umum kenaikan 10 oC maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipatnya dalam batas suhu yang wajar. Suhu ideal kerja enzim adalah 30 – 40oC, dengan suhu optimum 36oC. Dibawah atau diatas suhu tersebut kerja enzim lemah bahkan mengalami kerusakan. Enzim akan menggumpal (denaturasi) dan hilang kemampuan katalisisnya jika dipanaskan.

– Logam berat

Logam berat seperti Ag, Zn, Cu, Pb, dan Cd, menyebabka enzim menjadi tidak aktif.

– Logam

Aktivitas enzim meningkat jika bereaksi dengan ion logam jenis Mg, Mn, Ca, dan Fe.

– pH

Enzim bekerja pada pH tertentu, enzim hanya dapat bekerja pada pH yang ideal. Enzim Ptialin hanya dapat bekerja pada pH netral, enzim pepsin bekerja pada pH asam sedangkan enzim tripsin bekerja pada pH basa.

– Konsentrasi

Semakin tinggi konsentrasi enzim maka kerja, waktu yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin sedikit, sedangkan kecepatan reaksi dalam keadaan konstan Semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin cepat kerja enzim, tapi jika kerja enzim telah mencapai titik maksimal, maka kerja enzim berikutnya akan konstans.

– Faktor dalam (faktor internal)

Vitamin dan hormon berpengaruh terhadap aktivitas kerja enzim. Hormon tiroksin merupakan hormon yang mempengaruhi proses metabolisme tubuh. semakin tinggi konsentrasi hormon tiroksi yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, makan semakin cepat proses metabolisme dalam tubuh, demikian sebaliknya. Vitamin dalam tubuh berfungsi sebagai alat pengaturan seluruh proses fisiologi dalam tubuh.

– Keberadaan Aktivator dan Inhibitor

Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan enzim dengan substrat.

Inhibitor merupakan molekul yang menghambat ikatan antara enzim dengan substrat. Ada dua macam inhibitor yaitu:

  1. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim.
  2. Inhibitor non kompetitif adalah inhibitor yang melekat pada tempat selain sisi aktif sehingga bentuk enzim berubah dan substrat tidak dapat melekat pada enzim.
  3. Inhibitor umpan balik (feed back) adalah hasil suatu reaksi kimia dapat menjadi inhibitor umpan balik bila sudah cukup atau sesuai kebutuhan. Hasil akhir reaksi kima itu akan menghentikan enzim dengan menempati sisi alisterik enzim, sehingga enzim terkunci atau inaktif.

 

F.       Pengaturan alosterik enzim

Pengaturan alosterik merupakan perubahan pada enzim atau protein lainnya dalam rangka berikatan dengan molekul efektor pada tempat alosterik protein (yaitu tempat pada bagian aktif lainnya dari protein tersebut). Efektor yang bekerja meningkatkan aktivitas protein disebut aktivator alosterik, sedangkan efektor yang menghambat aktivitas protein disebut inhibitor alosterik. Pengaturan alosterik merupakan suatu proses alami dari lingkaran kontrol, seperti mekanisme umpan balik dari produk akhir atau sinyal perangsangan dari substrat awal. (www.scribd.com, jenis – jenis enzim)

 

G.      Macam – macam enzim pada tubuh manusia dan fungsinya

Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan.

Secara umum enzim memiliki sifat: bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya.

Macam-macam enzim pencernaan yaitu:

  1. Enzim Ptialin

Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa .

  1. Enzim amilase

Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan kelenjar pankreas. Kerja enzim amilase yaitu: amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.

  1. Enzim maltase

Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa. Glukosa merupakan sakarida sederhana (monosakarida). Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.

  1. Enzim pepsin

Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen . Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin. Cara kerja enzim pepsin yaitu: Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.

  1. Enzim tripsin

Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Cara kerja enzim tripsin yaitu: asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.

  1. Enzim renin

Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.

  1. Asam khlorida (HCl)

Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit ”maag”.

  1. Cairan empedu

Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi. Lemak yang sudah berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul – molekul yang lebih sederhana lagi.

  1. Enzim lipase

Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Cara kerja enzim lipase yaitu: Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe).

 

H.      Kesimpulan

    1. Enzim adalah katalisator yang bekerja sangat spesifik.
    2. Faktor – faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain: suhu, pH, konsentarsi enzim, konsentrasi substrat, dan inhibitor.
    3. Secara umum enzim memiliki sifat: bekerja pada substrat tertentu, memerlukan suhu tertentu, enzim pada suhu rendah berlangsung lambat, sedangkan di atas suhu optimum enzim akan terdenaturasi. Suhu optimum enzim antara 25°C – 37°C dan keasaman (pH) tertentu pula karena enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain.
    4. Penyusun utama suatu enzim adalah apoenzim, selain apoenzim enzim juga memerlukan komponen lain adalah kofaktor yang mempunyai tiga gugus yaitu gugus prostetik, ko-enzim, dan ion – ion anorganik.
    5. Pengaturan alosterik merupakan perubahan pada enzim atau protein lainnya dalam rangka berikatan dengan molekul efektor pada tempat alosterik protein (yaitu tempat pada bagian aktif lainnya dari protein tersebut)

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 http://www.scribd.com/doc/53725157/Sekilas-Tentang-enzim oleh Muhammad  Firdaus, S.Farm. 2004. Diakses pada 30-03-2012

http://maretbio01cs.weebly.com/uploads/4/6/2/8/4628764/03_bab2.pdf oleh Weebly, 2010. Diakses pada 30-03-2012

http://www.scribd.com/doc/70184559/15/Jenis-jenis-enzim Diakses pada 30-03-2012

http://praset.ohlog.com/macam-macam-enzim-pada-tubuh.oh86785.html oleh Prasetya Wardana. Diakses pada 30-03-2012

http://www.scribd.com/doc/53618839/ALOSTERIK Diakses pada 30-03-2012

http://education.poztmo.com/2011/05/fungsi-enzim-dalam-metabolisme.html Diakses pada 30-03-2012

Rachmawati, F., Urifah, N., Wijayati, A. 2009. Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA. Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta

Williams. Wilkins. S. 1996. Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Penerjemah: Suyono, J. dr. dkk. EGC, Jakarta. Original Book “Basic Medical Biochemistry: a Clinical Approach”.

By chocoayumu

Akhlak Dalam Islam

Image

 

A.      Pengertian Akhlak

Menurut bahasa akhlak berasal dari kata Al-Khulq yang artinya tabiat, kelakuan, perangai, tingkah laku, adat kebiasaan, dan malah akhlak juga bisa berarti agama itu sendiri. Perkataan Al-Khulq ini di dalam Al-Quran hanya terdapat pada dua tempat saja, antaranya ialah: “Dan bahawa sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai akhlak yang amat mulia”. (Al-Qalam:4)

Menurut istilah akhlak adalah sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian, dan paksaan. Ibn Miskawaih, ahli falsafah Islam yang terkenal mentakrifkan, akhlak itu sebagai keadaan jiwa yang mendorong kearah untuk melahirkan perbuatan tanpa pemikiran dan penelitian. Imam Ghazali radi Allahu anhu mengatakan akhlak adalah suatu keadaan yang tertanam di dalam jiwa yang menampilkan perbuatan – perbuatan dengan senang tanpa memerlukan pemikiran dan penelitian. Apabila perbuatan yang terkeluar itu baik dan terpuji menurut syarat dan akal, perbuatan itu dinamakan akhlak yang mulia. Sebaliknya apabila terkeluar perbuatan yang buruk, ia dinamakan akhlak yang buruk.

Akhlak menurut islam ada dua sumber yaitu Al – Quran dan As – Sunnah yang menjadi pegangan dalam menentukan segala urusan dunia dan akhirat. Kedua – dua sumber itulah juga yang menjadi sumber akhlak Islamiyyah. Prinsip – prinsip dan faedah ilmu akhlak Islam semuanya didasarkan kepada wahyu yang bersifat mutlak dan tepat neraca timbangannya.

Apabila melihat perbahasan bidang akhlak Islamiyyah sebagai satu ilmu berdasarkan kepada dua sumber yang mutlak ini, dapatlah dirumuskan definisinya seperti berikut:

  1. Satu ilmu yang membahaskan tata nilai, hukum dan prinsip tertentu untuk mengenal pasti sifat – sifat keutamaan untuk dihayati dan diamalkan dan mengenal pasti sifat – sifat tercela untuk dijauhi bagi mencapai keridhaan Allah.
  2. Manakala akhlak pula dapatlah kita rumuskan sebagai satu sifat atau sikap keperibadian yang melahirkan tingkah laku perbuatan manusia dalam usaha membentuk kehidupan yang sempurna berdasarkan kepada prinsip – prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah.

Dengan kata lain, akhlak ialah suatu system yang menilai perbuatan zahir dan batin manusia baik secara individu, kumpulan dan masyarakat dalam interaksi hidup antara manusia dengan baik secara individu, kumpulan dan masyarakat dalam interaksi hidup antara manusia dengan Allah, manusia sesama manusia, manusia dengan haiwan, dengan malaikat, dengan jin dan juga dengan alam sekitar.

 

B.       Perbedaan Akhlak Dengan Moral dan Etika

Pengertian dari masing – masing

  1. Moral berasal dari bahasa latinyaitu mos, yang berarti adat istiadat yang menjadi dasar untuk mengukur apakah perbuatan seseorang baik atau buruk. Dapat dikatakan baik buruk suatu perbuatan secara moral, bersifat lokal.
  2. Akhlak adalah tingkah laku baik, buruk, salah benar, dan penilaian ini dipandang dari sudut hukum yang ada di dalam ajaran agama.
  3. Etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas.

Dari pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa perbedaan antara akhlak dengan moral dan etika dapat dilihat dari dasar penentuan atau standar ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Standar baik dan buruk akhlak berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu baik maka baik pulalah nilai perbuatan itu. Dengan demikian standar nilai moral dan etika bersifat lokal dan temporal, sedangkan standar akhlak bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari. Inilah yang menjadi misi diutusnya Rasul sebagaimana disabdakannya: “ Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.”(Hadits riwayat Ahmad)

Secara umum dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik pada dasarnya adalah akumulasi dari aqidah dan syari’at yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang. Apabila aqidah telah mendorong pelaksanaan syari’at akan lahir akhlak yang baik, atau dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila syari’at Islam telah dilaksanakan berdasarkan aqidah.

 

C.      Sumber – Sumber Akhlak Dalam Islam

Akhlak yang benar akan terbentuk bila sumbernya benar. Sumber akhlak bagi seorang muslim adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga ukuran baik atau buruk, patut atau tidak secara utuh diukur dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan tradisi merupakan pelengkap selama hal itu tidak bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber akhlak merupakan suatu kewajaran bahkan keharusan. Sebab keduanya berasal dari Allah dan oleh-Nya manusia diciptakan. Pasti ada kesesuaian antara manusia sebagai makhluk dengan sistem norma yang datang dari Allah SWT.

 

D.      Kedudukan Akhlak Dalam Islam

Akhlak mempunyai kedudukan yang paling penting dalam agama Islam. Antaranya:

  1. Akhlak dihubungkan dengan tujuan risalah Islam atau antara perutusan utama Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Pernyataan Rasulullah itu menunjukkan pentingnya kedudukan akhlak dalam Islam.
  2. Akhlak menentukan kedudukan seseorang di akhirat nanti yang mana akhlak yang baik dapat memberatkan timbangan amalan yang baik. Begitulah juga sebaliknya. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Tiada sesuatu yang lebih berat dalam daun timbangan melainkan akhlak yang baik.”
  3. Akhlak dapat menyempurnakan keimanan seseorang mukmin. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
  4. Akhlak yang baik dapat menghapuskan dosa manakala akhlak yang buruk boleh merosakkan pahala. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Akhlak yang baik mencairkan dosa seperti air mencairkan ais (salji) dan akhlak merosakkan amalan seperti cuka merosakkan madu.”
  5. Akhlak merupakan sifat Rasulullah saw di mana Allah swt telah memuji Rasulullah kerana akhlaknya yang baik seperti yang terdapat dalam al-Quran, firman Allah swt yang bermaksud: “Sesungguhnya engkau seorang yang memiliki peribadi yang agung mulia).” Pujian allah swt terhadap RasulNya dengan akhlak yang mulia menunjukkan betapa besar dan pentingnya kedudukan akhlak dalam Islam. Banak lagi ayat-ayat dan hadith-hadith Rasulullah saw yang menunjukkan ketinggian kedudukan akhlak dan menggalakkan kita supaya berusaha menghiasi jiwa kita dengan akhlak yang mulia.
  6. Akhlak tidak dapat dipisahkan dari Islam, sebagaimana dalam sebuah hadith diterangkan bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah, apakah itu agama?” Rasulullah menjawab: “Akhlak yang baik.”
  7. Akhlak yang baik dapat menghindarkan seseorang itu daripada neraka sebaliknya akhlak yang buruk menyebabkan seseorang itu jauh dari syurga. Sebuah hadith menerangkan bahawa, “Si fulan pada siang harinya berpuasa dan pada malamnya bersembahyang sedangkan akhlaknya buruk, menganggu jiran tetangganya dengan perkataannya. Baginda bersabda : tidak ada kebaikan dalam ibadahnya, dia adalah ahli neraka.”
  8. Salah satu rukun agama Islam ialah Ihsan, iaitu merupakan asas akhlak seseorang muslim. Ihsan iaitu beribadat kepada allah seolah-olah kita melihatNya kerana walauun kita tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihat kita.

 

E.       Hubungan Akhlak Dengan Iman dan Ikhsan

Ihsan dalam arti akhlak mulia atau pendidikan akhlak mulia sebagai puncak keagamaan dapat dipahami juga dari beberapa hadis terkenal seperti “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan berbagai keluhuran budi.”

Iman menjadi dasar untuk berperilaku bagi setiap insan yang mengaku dirinya muslim. Karena dengan iman seseorang akan merasakan adanya dzat yang Maha Halus dan Maha Mengetahui, yang tidak hanya menghindarkan orang dari bebuat jahat tapi juga memotifasi untuk berbuat baik.

Demikian pula beriman kepada hari akhir, dari sisi akhlak harus disertai dengan upaya menyadari bahwa segala amal perbuatAn yang dilakukan selama didunia ini akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Sumber

http://halaqah.net/v10/index.php?topic=8852.0

http://mnhmotivator.blogspot.com/2011/05/perbedaan-dan-persamaan-akhlak-moral.html

http://dewon.wordpress.com/2007/11/03/kategori-19/

http://mentoring98.wordpress.com/2008/08/05/pentingnya-akhlak-islami/

http://arhysucces.blogspot.com/2010/05/makalah-akida-ahlak.html

By chocoayumu

Coklat Termahal Didunia

Cokelat adalah salah satu jenis kuliner yang banyak disukai umat manusia di seluruh belahan bumi. Cokelat sering masuk daftar belanja dan banyak orang menyimpannya untuk dimakan di lain waktu.

Tapi, bagaimana jika cokelat terlalu mahal dan harganya sulit terjangkau orang biasa? Berikut ini adalah lima jenis cokelat paling mahal di dunia.

1. Chocopolagie


* Pencipta: Knipschildt
* Harga: US$ 2.600 (sekitar Rp 26 juta) per 450 gram
* Tempat: Norwalk, Connecticut

Chocopolagie ditemukan oleh Fritz Knipschildt, seorang juru masak yang belajar kuliner di Denmark. Pada 1999, Knischildt menciptakan salah satu cokelat paling enak di dunia.

Cokelat paling mahal tersebut dihargai US$ 250 (sekitar Rp 2,5 juta) per buah untuk dark chocolate truffle. Truffle hitam di dalamnya berasal dari Perancis dan hanya tersedia jika dipesan terlebih dulu.

Truffle terdiri dari 70 persen Valhrona kakao yang dicampur dengan Ganache lembut dan minyak truffle buatan tangan. Sebagai sentuhan akhir, truffle ditaburi cokelat bubuk.

2. Noka

* Pencipta: Noka Vintages Collection
* Harga: US$ 854 (sekitar Rp 8,5 juta) per 450 gram
* Tempat: Dallas, Texas

Noka merupakan kompilasi terbaik cokelat hitam dari perkebunan khusus di Venezuela, Pantai Gading, Trinidad dan Ekuador.

Noka cokelat adalah cokelat dengan harga termahal kedua di dunia. Cokelat ini terbuat dari 75 persen kakao murni dengan campuran lain seperti mentega dan gula kakao.

Keunikan produsen cokelat ini adalah tidak menambahkan semua jenis emulsifier atau rasa vanili dalam produk cokelat mereka.

3. Delafee

* Pencipta: Delfee ©
* Harga: US$ 504 (sekitar Rp 5 juta) per 450 gram
* Lokasi: Neuchatel, Swiss

Bagi wanita penggemar emas, mungkin tergiur mencicipi Delafee, cokelat yang dibuat dari emas 24 karat berbentuk serpihan untuk setiap cokelat yang dibuat dengan tangan. Cokelat Delafee terbuat dari gula, minyak kelapa, mentega kokoa, susu bubuk dan vanili.

4. Richart

* Pencipta: Richart ©
* Harga: US$ 120 (sekitar 1,2 juta) per gram
* Lokasi: Lyon, Perancis

Richart cokelat mungkin hanya menempati urutan keempat coklat paling mahal di dunia. Tapi keunggulan Richart terdiri dari 70 persen Criollo kakao Venezuela, yang diakui sebagai negara penghasil cokelat dengan kualitas terbaik di dunia.

Kakao dalam cokelat Richart adalah bubuk kakao halus untuk menghasilkan rasa terbaik. Beberapa jenis cokelat Richart antara lain cokelat dengan kacang almond, raspberry, stroberi dan jenis buah eksotik lainnya.

5. Godiva

* Pencipta: Godiva “G” Collection
* Harga: US$ 117 per pon
* Tempat: New York City, New York

Godiva berasal dari salah satu negeri yang terkenal dengan produk cokelat asal Belgia. Produsen cokelat chocolatier Godiva memperkenalkan koleksi cokelat terbarunya, “G”.

Seluruh koleksi “G” terdiri dari berbagai bahan dan rasa seperti palet d’Or, Tasmanian Honey dan Meksiko Hot Chocolate. Rasa cokelat tergantung pada jenis bon-bon yang diproduksi.

Sumber: http://blogbelajarpintar.blogspot.com/2011/08/coklat-termahal-di-dunia.html#ixzz1hppCatgW

By chocoayumu

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
By chocoayumu